Sambutan Walikota Bukittinggi

Assalamualaikum W.W.
Sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Sumatera Barat, Kota Bukittinggi mempunyai potensi yang sangat besar dalam menunjang pembangunan Selengkapnya

Sambutan Kepala Dinas Pariwisata & Budaya

  Assalamualaikum W.W.
Rasa syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya Kota Bukittinggi alam yang indah, hawa yang sejuk dan letaknya yang sangat strategis diposisi silang ditengah-tengah Pulau Sumatera dengan masyarakat yang ramah tamah Selengkapnya

Bukittinggi Wisata

Selamat Datang di Bukittinggi Wisata The Dream Land of Sumatera

Jam Gadang

adalah landmark kota Bukittinggi dan provinsi Sumatra Barat di Indonesia. Simbol khas Sumatera Barat ini pun memiliki cerita dan keunikan karena usianya yang sudah puluhan tahun. Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh.

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok atau Lembah Pendiang merupakan suatu lembah yang indah, hijau dan subur. Didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku menelusuri celah-celah tebing dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Singgalang

Janjang 40

Jenjang ini dibangun pada tahun 1908 yang pada awalnya merupakan sebagai penghubung antara Pasar Atas dengan Pasar Bawah. Sebagai salah satu objek wisata di Kota Bukittinggi.

Benteng Fort De Kock

Benteng ini didirikan oleh Kapten Bouer pada tahun 1825 pada masa Baron Hendrik Markus De Kock sewaktu menjadi komandan Der Troepen dan Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda, karena itulah benteng ini terkenal dengan nama Benteng Fort De Kock.

Taman Marga Satwa & Budaya Kinantan

Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan atau lebih dikenal dengan sebutan Kebun Binatang. Obyek wisata ini dibangun tahun 1900 oleh seorang berkebangsaan Belanda yang bernama Controleur Strom Van Govent yang berkebangsaan Belanda. Kemudian pada tahun 1929 dijadikan kebun binatang oleh Dr. J. Hock dan merupakan satu-satunya kebun binatang yang ada di Sumatera Barat, dan merupakan kebun binatang tertua di Indonesia

Museum Tri Daya Eka Darma

Didepan Taman Panorama terdapat sebuah museum yang bernama Museum Tri Daya Eka Darma. Museum ini merupakan salah satu sarana komunikasi antar generasi untuk mewariskan nilai-nilai juang 45

Plaza Bukittinggi

Plaza Jam Gadang adalah pusat perbelanjaan pertama di kota Bukittinggi. Mall ini terletak berseberangan dengan Jam Gadang Bukittinggi dan The Hills Hotel Bukittinggi serta berseberangan dengan Pasar Atas Bukittinggi. Di mall ini, terdapat Ramayana Department Store untuk melengkapi kebutuhan warga Bukittinggi dan sekitarnya.

Banto Trade Center

Monumen Bung Hatta

Taman ini terletak di tengah Kota Bukittinggi disamping istana Bung Hatta, dibangun dalam rangka memperingati satu abad kelahiran Proklamator Bung Hatta 12 Agustus 2002 dan digagas oleh H. Aminuzal Amin Dt. Radjo Batuah, Drs. H. Yanuar Sjaff Maarifat, Drs. H. Djufri, Drs. H. Dermawan Sjahrial, H. Abdul Hadi, Dr. Hj. Jemfy Naswil, In H. Firman Rasyid dan segenap Alumni SMA Bukittinggi 1958 s/ d 2000.

Lubang Jepang

Lubang ini sebenarnya lebih tepat disebut terowongan (bunker) Jepang. Dibangun tahun 1942 untuk kepentingan pertahanan tentara Jepang dalam PD II dan perang Asia Timur Raya (Dai Tora Senso) atas perintah pemerintah militer Angkatan Darat Jepang (Tentara Kedua Puluh Lima) untuk Sumatera berkedudukan di Bukittinggi dengan Komandan Tentara Pertahanan Sumatera Jend. Watanabe.

Istana Bung Hatta

Terkenal dengan sebutan Gedung Negara Tri Arga, terletak di pusat Kota Bukittinggi tepatnya di depan taman Jam Gadang

Benteng Fort De Kock

Benteng ini didirikan oleh Kapten Bouer pada tahun 1825 pada masa Baron Hendrik Markus De Kock sewaktu menjadi komandan Der Troepen dan Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda, karena itulah benteng ini terkenal dengan nama Benteng Fort De Kock.

Jembatan Limpapeh

Sebagai penghubung antara Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan dengan Benteng Fort De Kock maka terdapat sebuah Jembatan yang bernama Jembatan Limpapeh yang dibangun dengan konstruksi beton dengan arsitektur atap yang berbentuk gonjong khas rumah adat MinangKabau. Jembatan ini berdiri di atas Jalan A. Yani dan dari sini kita dapat menyaksikan keindahan alam Bukittinggi dan keramaian Jalan A. Yani.

Museum Tri Daya Eka Darma

Didepan Taman Panorama terdapat sebuah museum yang bernama Museum Tri Daya Eka Darma. Museum ini merupakan salah satu sarana komunikasi antar generasi untuk mewariskan nilai-nilai juang 45. Di museum ini dapat kita saksikan peninggalan sejarah seperti pesawat, senjata, sarana komunikasi serta foto perjuangan sewaktu melawan penjajah Belanda dan Jepang dan lain sebagainya.

Inilah Tempat dengan Pemandangan Tercantik di Sumatera Barat

Selain Ngarai Sianok atau Lembah Harau, Sumatera Barat memiliki tempat dengan pemandangan cantik lainnya. Di Pesisir Selatan, Anda akan melihat pemandangan berupa pantai berpasir putih, perbukitan hijau, atau lautan yang biru.

Read more: Inilah Tempat dengan Pemandangan Tercantik di Sumatera Barat

Melintasi Jembatan Kelok 9 di Sumatera Barat

Jembatan Kelok 9 merupakan jembatan yang dibangun dan menghubungkan antar-lembah ini terletak di kawasan hutan suaka alam dengan panjang total jembatan 943 meter dan jalan penghubungnya sepanjang 2.089 meter. Dinamai Kelok Sembilan karena jalanan di daerah itu memiliki 9 belokan atau kelokan. Ruas jalannya sendiri tampak zig-zag menuruni lereng bukit di mana telah dibangun sejak zaman Hindia Belanda (1908-1914).

Read more: Melintasi Jembatan Kelok 9 di Sumatera Barat

Batam Jadi Kota Transit untuk Turis Asing

Kota Batam Kepulauan Riau dikembangkan menjadi kota perantara bagi wisatawan mancanegara (wisman). Sasaran utamanya adalah wisman dari Malaysia dan Singapura, yang hendak berwisata ke daerah lain di Indonesia dengan transit di Batam sebelum melanjutkan perjalanan.

Read more: Batam Jadi Kota Transit untuk Turis Asing

Prospek Pariwisata Indonesia Cerah

The World Travel & Tourism Council (WTTC) memperkirakan di tahun 2014 Indonesia berpeluang mencapai pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 14,2 persen dan wisatawan nusantara (wisnus) 6,3 persen.

Read more: Prospek Pariwisata Indonesia Cerah

Sains: Tujuh Fakta Kesalahan Persepsi tentang Rafflesia

Spesies rafflesia atau bunga padma raksasa merupakan salah satu kekayaan keragaman hayati yang dijumpai di hutan tropis Indonesia.  Meskipun sudah relatif banyak dikenal oleh publik, faktanya masih banyak yang masih banyak fakta keliru tentang raflesia.

Dihimpun dari berbagai sumber, Mongabay Indonesia mengumpulkan berbagai fakta yang sering disalahtafsirkan tentang flora langka unik ini.

 1.  Rafflesia sama dengan bunga bangkai suweg raksasa

Rafflesia atau padma raksasa merupakan bunga yang dapat mengeluarkan bau busuk.  Namun, umumnya masyarakat umum tertukar dan menyamakan antara rafflesia dengan bunga bangkai suweg raksasa (Amorphophallus titanum).  Meskipun sama-sama berbau bangkai, jenis rafflesia (rafflesia spp) dan suweg merupakan dua jenis yang sama sekali berbeda.

Jika rafflesia bentuk bunganya melebar, maka suweg raksasa memiliki bunga yang tinggi memanjang. Jika rafflesia merupakan tumbuhan endoparasit, maka suweg adalah tumbuhan seutuhnya yang berkembang dari umbi.

Read more: Sains: Tujuh Fakta Kesalahan Persepsi tentang Rafflesia

BKSDA telusuri jaringan penjualan satwa dilindungi

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jawa Timur di Kabupaten Jember masih menelusuri jaringan penjualan satwa liar yang dilindungi, setelah menangkap seorang penjual satwa di kabupaten setempat. "Petugas di lapangan masih mengembangkan kasus itu untuk mencari sindikat pedagang lain yang menjual satwa yang dilindungi, sedangkan proses hukum terhadap tersangka ML sudah memasuki pelimpahan tahap kedua," kata penyidik BKSDA Wilayah III di Jember, Denny Mardiono, Kamis.

Read more: BKSDA telusuri jaringan penjualan satwa dilindungi

Page 1 of 35

Latest Message: 2 years, 10 months ago
  • uz : nice
  • ronny : test liak
  • [Husni] : test

Guests are shown between [].

Only registered users are allowed to post

Contact us

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bukittinggi
Jl. Perwira No 54 0752 - 21300
Bukittinggi - Sumatera Barat

Pemerintah Kota Bukittinggi

Jln. Kesuma Bhakti No. 1, Bukit Gulai Bancah
Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi
Sumatera Barat - Indonesia - Kode Pos : 26122